Penerapan
Multitasking
I Pendahuluan
Multitasking adalah istilah teknologi informasi
dalam bahasa inggris yang mengacukepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan
atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumber daya CPU yang
sama. Contoh sistem operasi jenis ini antara lain adalah linux. Linux adalah
sistem operasi yang multitasking danmultiuser seperti kebanyakan SO yang ada
pada saat ini. Multitasking pada linux artinya linux bisa atau mampu
menjalankan beberapa proses dalam waktu yang bersamaan.
Multitasking juga di sebut Sistem Time Sharing
yang sering kita kenal. Sistem Time Sharing atau Multitasking adalah
pengembangan dari sistem multiprogram. Beberapa job yang berada pada memory
utama dieksekusi oleh CPU secara bergantian. CPU hanya bisa menjalankan program
yang berada pada memory utama. Perpindahan antar job terjadi sangat sering
sehingga user dapat berinteraksi dengan setiap program pada saat dijalankan.
Suatu job akan dipindahkan dari memori ke disk dan sebaliknya. Sistem Time
Sharing juga disebut dengan sistem komputasi interaktif, dimana sistem komputer
menyediakan komunikasi on-line antara user dengan sistem.
II Pembahasan
Mengirim email sambil berbicara di telepon adalah contoh
multitasking. Ketika Anda melakukan beberapa tugas pada satu waktu, Anda
mungkin merasa lebih efektif dan produktif. Namun, sebaliknya adalah benar,
menurut sebuah artikel Bisnis Ulasan Harvard. Sementara multitasking, efisiensi
berkurang sebanyak 40 persen. Hal ini karena otak membutuhkan waktu - hingga 15
menit - untuk kembali fokus pada tugas setelah gangguan. Today melaporkan
psikologi bahwa apa yang orang anggap sebagai multitasking lebih baik
digambarkan sebagai "seri tasking," karena Anda benar-benar berubah
dengan cepat dari satu tugas yang lain. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal,
hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU
tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking
memecahkan masalah ini dengan menjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan
dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat
dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang
lain disebut context switch.
Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat — kondisi ini
cukup untuk memberikan ilusi pengolahan-paralel. Bahkan dalam komputer yang
memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), Multitasking
memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU
yang tersedia. Contoh sistem operasi jenis ini antara lain adalah linux. Linux
adalah sistem operasi yang multitasking dan multiuser seperti kebanyakan SO
yang ada pada saat ini. Multitasking pada linux artinya linux bisa atau mampu
menjalankan beberapa proses dalam waktu yang bersamaan. Seperti contoh pada
saat kita menjalan kan aplikasi web browser kita juga bisa menjalankan aplikasi
kompresi file. Sedangkan multiuser pada linux adalah user bisa login ke dalam
sistem secara bersamaan, dengan artinya user bisa menggunakan satu sistem
secara bersamaan dalam satu waktu. Ketika
jalanan macet atau bahkan saat meeting, kita bisa sambil mengecek
email, menelepon klien, mendengarkan musik, meng-update status facebook,
dan lain-lain. Kepala kita seolah terus dipacu untuk selalu sibuk nonstop 24
jam sehari. Tapi taukah, bahwa ternyata multitasking itu berbahaya, yaitu:
Merusak Kinerja Otakà Terdapat
beberapa orang yang hampir setiap hari melakukan multitasking, menggabungkan
satu pekerjaan sekaligus, menganggkat telepon sambil mengkonsep karya,
menghitung laporan keuangan sambil mendengarkan musik kadang sesekali
sambil membalas sms dan mengecek email, dan melakukan terus berulang-ulang
setiap hari. Awalnya merasa nyaman sekaligus puas karena bisa mengerjakan
banyak hal sekaligus dalam satu waktu, pekerjaan jadi cepat selesai dan sisa
waktu bisa digunakan untuk mengerjakan hal lain, walaupun seringkali merasakan
sakit kepala hebat disela-sela aktifitas. Awalnya mengganggap itu adalah hal
biasa, tapi ternyata ada fakta yang membuktikan bahwa kemampuan multitasking
ini menyebabkan penurunan kinerja otak.
Dr. David Meyer, profesor psikologi dari University
of Michigan, mengatakan bahwa semakin kompleks kegiatan seseorang, semakin
banyak pula waktu yang ia butuhkan. Sehingga ketika mengerjakan beberapa
pekerjaan sekaligus, seseorang tidak dapat menyelesaikannya dengan
optimal.
III Kesimpulan
Jadi dari pembahasa di
atas dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa Multitasking adalah sebuah metode
dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai prosesdiolah dengan
menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan
prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu,
berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan
tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan menjadwalkan pekerjaan
mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu
untuk dapat dikerjakan. Akan tetapi dalam penggunaan Multitasking terdapat juga
hal berbahaya yaitu dapat merusak kinerja otak, Dr. David Meyer, profesor
psikologi dari University of Michigan, mengatakan bahwa semakin kompleks
kegiatan seseorang, semakin banyak pula waktu yang ia butuhkan. Sehingga ketika
mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, seseorang tidak dapat
menyelesaikannya dengan optimal.
DAFTAR PUSTAKA
0 komentar:
Posting Komentar